Hanya Hujan

bukan kamu yang saya cinta, tapi Dia…

Saya rindu hujan.

Saya benci melihat halaman kering.

Berdebu dan tidak berwarna.

Saya hanya mencintai hujan.

Bukan hanya baunya.

Tetapi hujan memberi saya ketenangan.

Terlebih ketika saya tidur.

Saya mencintai hujan.

Tapi tidak untuk gluduk dan kilatnya.

Seperti score music film horror.

Menyeramkan.

Sesekali saya ingin bermain dibawah rintik hujan.

Tak peduli bagaimana orang lain memandang saya.

Tahu apa mereka tentang kehidupan saya?

Saya hanya mencintai hujan.

Itu saja.

Hujan tahu betul bagaimana cara menggoda saya.

Dengan baunya,

Dengan deru nafasnya,

Bahkan dengan suara detak jantungnya..

Saya benar tergila-gila kali ini!

Tapi,

Jika hujan yang bisa membuat saya seperti ini,

Lalu apa yang membuatmu menggilai saya ?

Hujan atau Gerimis?

Selamat Sore, Matahari 🙂

Advertisements
This entry was published on November 12, 2012 at 3:55 pm. It’s filed under Rhyme and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: